Article

18-Jan-2006

Home
About us
Organization
Article
Photo Gallery
Contact Us
Photo Gallery
Organization
Contact Us
News & Article
About us

 

Artikel


Jakarta, Kamis, 22 Mei 2003

Unjuk Rasa Mahasiswa Berakhir Rusuh

Jakarta, Kompas - Unjuk rasa ribuan mahasiswa pengikut long march Bandung-Jakarta, Rabu (21/5) malam, berakhir rusuh. Pukul 18.55, puluhan polisi di bawah komando Kepala Pengamanan VIP MPR-DPR Komisaris Besar Polisi M Chaerul MA, mulai bergerak. Mereka mendesak mundur para demonstran sampai di bawah jembatan layang Senayan. Pukul 19.25, unjuk rasa menagih janji reformasi itu pun bubar.

Pukul 17.00, puluhan kendaraan metro mini dan bus sampai di kawasan jembatan Semanggi. Para demonstran menutup jalan ke arah gedung MPR-DPR. Lalu lintas macet total. Beberapa demonstran meletakkan brosur di kaca-kaca kendaraan yang lewat. Brosur bergambar lambang Partai Golongan Karya (Golkar) yang disilang.

Beberapa polisi lalulintas berusaha membujuk para demonstran sampai para pengunjuk rasa kembali membuka jalan.

Arus lalu lintas berangsur lancar, tetapi di depan jembatan Senayan, lalu lintas macet karena para demonstran menutup jalan sampai unjuk rasa bubar.

Ribuan mahasiswa, petani dan warga yang mengikuti long march sejak Kamis lalu, tiba di kampus Universitas Indonesia (UI), Depok, Selasa malam lalu.

Empat langkah ke depan

Rabu pagi mereka mulai bergerak. Di Universitas Pancasila, Depok, mereka beristirahat makan dan melanjutkan perjalanan ke Departemen Kelautan dan Perikanan. Dari sana kelompok di bawah panji Gerakan Rakyat Indonesia Bergerak itu berunjuk rasa di Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia (HAM).

Sambil menunggu rekan-rekan mereka yang lain, para demonstran menyanyikan yel seperti yang dinyanyikan demonstran mahasiswa lima tahun yang lalu, di tempat yang sama. Para pengunjuk rasa membawa bambu-bambu dan berbagai panji-panji dan bendera.

Pukul 18.53, sebuah umbul-umbul partai yang dipasang di pagar pembatas jalan tol di depan gedung MPR-DPR terbakar. Pukul 18.55, polisi di bawah komando Chaerul bergerak. "Empat langkah ke depan. Empat langkah ke depan," teriak Chaerul. Pukul 18.56, dua kendaraan meriam air bergerak ke arah demonstran.

Chaerul kemudian mengingatkan para demonstran bahwa mereka telah melanggar Undang-Undang (UU) Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kebebasan Menyatakan Pendapat di Muka Umum. Menurut UU tersebut, para demonstran telah melebihi batas waktu unjuk rasa yang ditetapkan hingga pukul 18.00.

Karena para demonstran bersikeras di tempatnya, Chaerul kemudian berterak, "Atas nama undang-undang, kalian harus bubar". Dia kemudian mempersilakan pers mengambil posisi aman.

Pukul 19.00, api tampak menyala di dua titik di tempat para demonstran. Secara perlahan dua kendaraan meriam air dan puluhan polisi bergerak ke arah Jembatan Senayan. Pukul 19.10, polisi menyingkirkan kendaraan komando para demonstran di depan halte bus gedung MPR-DPR.

Pukul 19.17, polisi menyemprotkan air dari kendaraan meriam air ke arah para demonstran. Pecah bentrokan. Polisi segera merangsak maju. Demonstran terdesak dan lari. Sebagian berusaha bertahan sambil mundur.

Baku lempar batu dan bambu pun terjadi. Di tengah aksi tersebut, pukul 19.19, sebuah bom molotov membumbung ke udara dan jatuh di sela puluhan polisi yang mengejar demonstran sampai di bawah jembatan Senayan.

Pukul 19.25, bentrokan berakhir. Polisi menangkap tujuh orang demonstran. Mereka dinaikkan kijang bak kendaraan komando para pengunjuk rasa.

Siang kemarin, polisi juga menangkap empat orang asing, dan 2 warga Indonesia yang sedang berunjuk rasa menentang operasi militer di Aceh. Mereka ditangkap di depan Istana Merdeka pukul 17.00 setelah sebelumnya terjadi aksi saling dorong antara ratusan demonstran dan polisi. (win)

 

 

Home | About us | Organization | Article | Photo Gallery | Contact Us | Photo Gallery | Organization | Contact Us | News & Article | About us

This site was last updated 01/18/06

Free Hosting - Find Friends