Aksi Teatrikal Dilakukan di Depan Istana
Kamis, 29 September 2005 | 13:59 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Sekitar 3.000 orang yang menolak kenaikan harga BBM masih terkonsentrasi di depan Istana Merdeka, kawasan Jalan Merdeka Utara. Mereka membagi dalam berbagai kelompok dengan afilisasi dan pemimpin masing-masing.

Tiap kelompok melakukan orasi secara terpisah sambil berjalan ke Istana baik ke arah timur maupun barat. Selain mahasiswa, ada juga demonstran dari Asosiasi Pedagang Grosir Keliling Se-Indonesia (APGKI).

Sekitar 100 anggota Asosiasi itu membawa sepeda setelah sebelumnya ramai-ramai berkonvoi dari Harmoni menuju Istana. " Kami datang dari berbagai daerah seperti Ciputat, Palmerah, Kebayoran Lama, Manggarai," kata Suprayitno, koordinator APGKI, di Jakarta.

Ia menjelaskan para pedagang merupakan pemasok kebutuhan pokok ke warung-warung yang akhir-akhir ini merasa terdesak kehadiran retail modern.

Selain itu ada juga 6 orang yang membawakan teatrikal. Mereka bertelanjang dada menggambarkan persoalan Indonesia. Dua orang di depan memeran diri sebagai "RI" dan "Imperialis". Mereka menyeret empat orang lain yang menimbukan penderitaan rakyat Indonesia.

Pengamanan unjuk rasa dipimpin Kapolres Jakarta Pusat Komisaris Besar Sukrawardi Dahlan didampingi Kasat Reskrim Komisaris RC Gumay. Sukarwardi tampak sibuk mengatur massa yang semakin mendekat ke depan Istana Negara. Tampak pula Ketua Umum PRD Dita Indah Sari yang tengah hamil 7,5 bulan larut bersama peserta aksi.

Di bundaran HI juga terdapat aksi penolakan BBM yang diikuti sekitar 200 orang dari Gerakan Rakyat Indonesia Baru. mereka membentangkan spanduk meraj bertuliskan SBY-JK sudah banyak yang jadi korban.

 

Free Hosting - Find Friends